Friday, June 05, 2015

Open Trip Raja Ampat by Bagus Indonesia? Think twice!

Puncak Wayag 2

So, lets make it clear from the begining, all I wanna do is sharing my experience with BAGUS INDONESIA. Gue ngerasa ini penting karena, man, Raja Ampat man! Kagak ada orang yang pengen ke Raja Ampat trus langsung cabut besokannya! Ngerencanain trip ini tuh butuh perjuangan, perjuangan nyisihin uang jajan, perjuangan cari tiket yang affordable, perjuangan cari akomodasi, dan banyak lagi. Kalo perjuangan lo yang berbulan-bulan itu "nggak kebayar" hanya karena lo salah milih trip operator. Oh please, don't be another me!

Pertengahan bulan lalu, tanggal 13 sampai 17 Mei 2015 gue ikutan Open Trip Raja Ampat yang diselenggarain oleh BAGUS INDONESIA. Ada 2 paket yang ditawarin, yaitu paket resort dan paket homestay, gue pilih paket homestay.
Dari awal gue udah ngomong ke Baduy (trip leader sekaligus pengelola BAGUS INDONESIA), kalau gue punya arrangement khusus karena gue bakal dateng beberapa hari lebih awal untuk diving.Gue berusaha untuk ngasih doi an early notice supaya doi bisa pertimbangin arrangement gue dari awal, apa memang bisa dikondisikan atau nggak, biar gue juga nggak jadi trouble maker di trip ini.
Nah, yang ada di otak gue, kalau dia approve special arrangement gue berarti dia udah ngerti harus pake alternatif apa supaya semua peserta trip seneng. Tapi, emang lagi sial kali ya makanya gue dapet trip operator model gini.
Knorologisnya:

10 Mei 2015
  • Gue tiba di Sorong pagi, sekitar jam tujuh. 
  • Ketemu sama Baduy di Hotel Le Meridien. Doi nawarin buat ketemu karena doi juga mau nganter tamu ke airport pagi itu, jadi sekalian mau bicarain masalah biaya yang akan dikurangin karena gue dan temen gue nggak ikutan full agenda.
  • Singkat cerita, kita deal kalau Baduy bakal urus tiket kapal cepat ke Waisai, juga transportasi dari Hotel Le Meridien ke Pelabuhan Rakyat, Sorong. Jadi, trip yang tadinya kena IDR 5.900.000 akan dikurangin biaya pin Raja Ampat aja. Tapi, waktu gue mau mastiin kalau total bayar jadi IDR 5.400.000, karena harga pin Raja Ampat IDR 500.0000, Baduy bilang, "Totalnya kan saya kasih IDR 5.900.000 ditambah IDR 250.000 baru dikurangi IDR 500.000 karena pin Raja Ampat baru naik". R-I-B-E-T. Kesel karena sebelum engage BAGUS INDONESIA, gue juga nanya beberapa trip operator lain jauh-jauh hari, dan mereka udah bilang kalau harga pin naik jadi harga yang dikasih ke gue udah harga yang baru. Harusnya waktu doi bilang ke gue SEMINGGU LALU masalah harga itu udah update karena doi kan KATANYA standby di Sorong.
  • Gue dijemput driver untuk dianter ke Pelabuhan Rakyat, Sorong.
  • Sampai di pelabuhan, driver-nya beli tiket kapal cepat.
  • Gue dan temen gue naik kapal cepat tujuan Pulau Waisai yang berangkat jam 2 siang.
  • Sampai di pelabuhan Waisai, gue dijemput Bapa Noah, kenalan Baduy yang punya homestay di Desa Kurkapa.Sampai di Desa Kurkapa, gue bayar IDR 600.000 untuk biaya penjemputan, dan IDR 400.000 untuk menginap 2 malam per orang dengan catatan harus membawa makanan untuk dimasak istri Bapa Noah (telur, sayur, dll).
Deal soal harga sama Baduy

11 Mei 2015
  • Gue dan temen gue diving pake jasanya RAYMOND'S DIVE CENTRE di Desa Mangkur Kodong.
12 Mei 2015
  • Bapa Noah ngajakin jalan-jalan naik longboat-nya, sekalian nyari ikan buat makan siang.
  • Sorenya, gue check in di Dive Lodge Resort karena pengen nyari wifi.
13 Mei 2015
  • Check out dari Dive Lodge Resort jam 10 pagi.
  • Gue nunggu Baduy di restaurant resort karena peserta trip yang ambil paket resort akan stay di resort ini. Jadi, yang ada di otak gue, Baduy nggak usah jemput gue dan temen gue lagi ke homestay Bapa Noah, begitu drop tamu, ketemu kita, baru deh berangkat kemana gitu sesuai agenda hari itu.
  • Baduy nggak dateng sampai jam 3 sore. Well, karena udah sore, jadi gue berpikir pasti hari ini gue nggak bakal kemana-mana.
  • Gue akhirnya whatsapp Baduy buat nanya, apa gue bisa ikut boat untuk balik ke homestay Bapa Noah, karena kemarin waktu di Sorong Baduy bilang kalau doi dan boat crew akan nginep di rumah Bapa Noah, jadi setelah drop tamu ke resort, boat akan ke homestay Bapa Noah, diparkir di sana.
  • Gue nunggu sampe jam setengah 5 sore, dan akhirnya balik sendiri jalan kaki lewat belakang Dive Lodge Resort (hutan) ke Homestay Bapa Noah.
  • Baduy baru dateng jam 10:00 malem!!!
  • Summary: I AND MY FRIEND DIDN'T GO ANYWHERE ON THAT DAY, NO ONE DESTINATION MENTIONED BY BADUY IN THE AGENDA!!! And I got news that he spent that day by some activities which was not included in the agenda, like lunch in the restaurant with another trip member, that's why he arrived late at the resort. Very late. Well, if you really want to follow the trip member's request all the sudden, DO NOT OFFER AN ITINERARY!!
  • The worst part is doi bilang kalau yang lain minta ke Piaynemo dan doi minta tambahan sekitar IDR 400.000 per orang karena besok KITA fixed bakal ke Piaynemo. EXCUSE ME? HAVE YOU COUNTED ME AND MY FRIEND AS MEMBER IN THIS TRIP? YOU CAME AND SAID THE DECISION WAS MADE BY MEMBER VOTE. Well, OF COURSE OUR OPINION WILL NEVER BE CONSIDERED, WE ARE ONLY TWO! Again, the other member want "A" and you asked us to be borne for the fee? HELL NO! F*CK THE ITINERARY! Gue nggak mau bayar. 
Ditelantarin

14 Mei 2015
  • Destinasi pertama adalah Desa Arborek. Snorkeling.
  • Singgah dan makan siang di pos Piaynemo.
  • Naik ke puncak Piaynemo.
  • Check in di Homestay Prajas di Desa Wayag (rencananya ke Wayag pagi-pagi).
15 Mei 2015
  • Check out dari Homestay Prajas.
  • Berangkat ke Wayag jam 9 pagi. Sempat berteduh di Pulau Kawai karena badai.
  • Singgah di Pos Wayag.
  • Naik ke puncak Wayag 2 sekitar jam 1 siang.
  • Turun dari puncak Wayag 2 sekitar jam 3 sore. Di sini boat crew sempet ngingetin Baduy soal keadaan laut yang cenderung buruk kalau pulang setelah jam 4 sore. Akhirnya, Baduy ngadain briefing dan nanya gimana enaknya. Gue sempet kesel sih karena ini masalah SAFETY!!! Kenapa nggak dengerin boat crew yang udah pengalaman? KENAPA MASIH NGASIH PILIHAN UNTUK NAIK KE PUNCAK WAYAG 1? Fiuh, mau gimana lagi ya, nggak ada briefing dari awal juga sih, jadi ya estimasi waktunya dodol. Di sini gue udah males debat. Terserah deh.
  • Akhirnya naik ke puncak Wayag 1 sekitar jam setengah 4 sore.
  • Turun dari puncak Wayag 1 sekitar jam 5 sore.
  • Berangkat, nerjang badai, yang akhirnya sempet kandas 2 kali karena nyari jalan untuk masuk ke Teluk Kabuy dengan pertimbangan airnya lebih tenang dan jaraknya lebih dekat.
  • Sampai di resort jam 10 malam lebih.
  • Gue dan temen gue ditinggalin di boat, Baduy ngurusin peserta trip yang ambil paket resort.
  • Boat nggak bisa sampai ke Desa Kurkapa karena air surut.
  • Boat crew mutusin untuk markir boat di resort.
  • GUE DAN BOAT CREW JALAN KAKI LEWAT HUTAN KE HOMESTAY BAPA NOAH!!! WHAT A SERVICE :)
16 Mei 2015
  • Dari awal sebelum ikut trip, gue JUGA udah bilang ke Baduy kalau pesawat gue berangkat tanggal 16 Mei 2015 jam 4 sore. Baduy juga udah well-informed, makanya dia bilang kalau biaya nginep di Swiss Belinn Hotel di Sorong (di agenda hari terakhir) akan digunakan untuk charter longboat dari Kurkapa ke Waisai pagi-pagi.
  • Seperti biasa, ANOTHER REVISION ALL THE SUDEN, malemnya Baduy bilang kalau semua peserta trip akan berangkat bareng ke Waisai dengan boat dan akan ikut kapal cepat ke Sorong jam 11 siang.
  • Jam 8 pagi gue dan temen gue udah selesai packing, udah siap berangkat, tapi Baduy dan peserta lain yang tinggal di resort belum juga dateng.
  • Jam 9 pagi kita dapet kabar kalau akan ada MAKAN BERSAMA SEBELUM BERANGKAT KE WAISAI. LO PIKIR PAKE NALAR LO YANG MENURUT LO JALAN GIH, KEKEJAR NGGAK KAPAL JAM 11 KE SORONG KALAU JAM 10 MASIH MAU MAKAN BERSAMA di Desa Kurkapa?
  • Kesel gue udah sampe di ubun-ubun. Hampir gue pengen labrak nih orang. Akhirnya, temen gue samperin doi, dan bilang, "Emang kalau makan bersama dulu nanti keburu ya ikut kapal jam 11 siang?". Doi langsung ngebatalin makan bersama. Becanda banget kan? Emang tadi pas ngerencanain makan bersama otak lo nyangkut di mana hah? Parahnya lagi ya, keluarganya Bapa Noah udah siapin makanannya, udah bakar ikan, dll, and he canceled it like a boss! By the way, sebenernya di agenda memang dijadwalkan bahwa kita akan ikut kapal cepat jam 2 siang ke Sorong, makanya Baduy rencananya mau charterin longboat buat anter gue dan temen gue ke Waisai, tapi mungkin karena Baduy nggak mau rugi, LEBIH BAIK GUE DAN TEMEN GUE YANG RUGI, jadi semua peserta trip ikut naik boat ke Waisai untuk ngejar kapal cepat ke Sorong jam 11 siang.
Wanprestasi

Well, gue masih merekomendasikan Raja Ampat sebagai destinasi wisata terbaik. Orang lokalnya superrrrrr baikkkkk. Di sisi lain, gue juga ngerti kalau kita-kita ini butuh trip operator yang bisa memaksimalkan vacation kita, baik soal budget, waktu, destinasi wajib di sana, dan lainnya. Jadi, semoga pengalaman gue bersama trip operator satu ini bisa diambil pelajarannya ya.

Homestay Bapa Noah

Anyway, berikut merupakan hal-hal yang gue temui di BAGUS INDONESIA selama trip kemarin:

Tidak ada briefing
Sepengalaman gue, briefing merupakan faktor yang paling penting di dalam kegiatan yang melibatkan beberapa orang, apalagi kalau itu adalah kegiatan outdoor. Seumur-umur, setiap kali gue engage dive centre buat fundives, briefing is a must! Karena ketika briefing, peserta jadi well-informed dengan tujuan, estimasi waktu, dos and don'ts, dll. Moreover, briefing itu ngefek banget ama safety!

Tidak tegas
Hal yang paling gue sesalin ialah ketika beberapa peserta trip "berulah" dan si trip leader diam aja atau bahkan mendukung. I mean, you guys completely understand that as a trip member we all have the same rights in this trip. Masa untuk hopping island lo bawa regular luggage di dalam boat yang maximum muat 15 orang (udah keisi 12 orang plus 2 drum besar bensin dan perkakas lain). Like seriously? Atau, kalau lo mau foto-foto, do appreciate another member juga keles! Lo ambil spot di ujung boat which is every single person on the boat is eagerly want to enjoy that view, tapi lo kept busy to take your pictures there NUMEROUS TIMES, with changing clothes then back again to take another pictures! AND, UNBELIEVABLE, THAT CHANGING-CLOTHES-OR-CASUAL-GOWN TIME ALSO HAPPENED AT THE TOP OF PIAYNEMO AND WAYAG 2! Gadddddd. My advice ya, if you are real rich people, take a private tour, dear!

Nggak well-organised
Setiap kali gue nanya mengenai rencana besok ke salah satu crew, mereka selalu bilang, "nggak tau, tunggu Baduy aja". Which is Baduy nggak pernah ada di Homestay Bapa Noah, doi di resort terus. Well, fine, what a team :) WHAT A TEAM!

I think they don't really aware with sea creatures
Jadi, dua orang yang nge-lead trip ini adalah Baduy dan temannya, yang dua-duanya itu sparefisher. Honestly, mungkin ini nggak ngena ya di lo yang bukan diver, tapi menurut gue even lo bukan diver harusnya lo punya rasa "prikebinatangan", apalagi kalo lo emang ngaku sebagai penikmat alam, khususnya laut atau pantai.
Nah, jadi waktu itu kita lagi on the way ke Wayag, di tengah lautan gitu ada ikan layar yang lumayan gede lagi surfacing. Reaksi temennya Baduy adalah "Eh mana spearfishing gear gue? Aduh sayang banget tuh arrgggggg (doi kesel karena boat udah keburu melaju kenceng)". Well, I didn't realy know if you were just show off or something, to be honest I met some divers or free divers who are too proud (hard to find appropriate word beside "proud") to be diver or free diver, but still it is annoyed me to know that naluri ngebunuh ikan lo yang terkesan gitu banget, kagak bisa apa lo nikmatin kebebasan mereka DI ALAM MEREKA?
Kejadian kedua itu di pos Wayag. Waktu itu ada lizard fish yang nggak sengaja lompat ke darat, peserta trip yang kebetulan lagi di deket ikan itu teriak, nah Baduy malah nanggepin, "Jauhin ke darat! Jauhin ke darat! Biarin mati! Ntar buat kasih makan blacktip shark!" Dan si peserta trip itu pun langsung buang ikannya ke darat dengan cara ditendang. Tega banget sih. Untungnya pas mereka pada ke jetty, gue selamatin ikannya, pas di taro di air si ikan udah lemes banget, tapi untungnya bisa berenang lagi setelah beberapa menit gue tungguin.

Nungguin Lizard Fish yang masih lemes :(

Gue nggak ngerti gimana caranya milah-milih trip operator yang bener karena ini juga pertama kalinya gue ikutan trip beginian, tapi PLEASE PLEASE PLEASE THINK TWICE kalau mau ikut OPEN TRIP BAGUS INDONESIA, ya syukur-syukur kalau tulisan ini dibaca ama doi dan doi mau bikin perbaikan.




*) Anyway, it is a big amount of money ya since I have been informed by localite there that 5900K is too expensive for agenda like this, as they also informed me regarding the boat rent price.